JAKARTA, 22 Mei 2026 – Guna mengatasi salah satu tantangan struktural paling mendesak dalam ekonomi biru Indonesia, para pemangku kepentingan utama berkumpul dalam acara "Indonesia Aquaculture Financing Dialogue: Unlocking Sustainable Investment for Inclusive Blue Growth" (Dialog Pembiayaan Akuakultur Indonesia: Membuka Investasi Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Biru yang Inklusif). Diselenggarakan sebagai lokakarya tatap muka selama dua hari pada 20–21 Mei 2026 di Lumire Hotel and Convention Centre, Jakarta Pusat, acara ini diorganisasi oleh QED Research Consulting yang berkolaborasi dengan Poseidon Aquatic Resource Management dan Blue Green Advisors, serta bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, dan didukung oleh COAST Facility Indonesia.
Pelaksanaan Intensif dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Acara ini sukses mempertemukan 75 peserta terdaftar, termasuk perwakilan pemerintah, investor, penyedia layanan bank komersial dan bank perkreditan rakyat (BPR), serta produsen UMKM di sepanjang rantai nilai komoditas akuakultur laut. Untuk membangun pemahaman yang komprehensif dan objektif tentang kesenjangan pembiayaan di sektor ini, lokakarya disajikan melalui perpaduan dinamis antara presentasi para ahli dan empat sesi diskusi kelompok (breakout sessions) utama. Fitur utama dari pelaksanaan acara ini adalah interaksi partisipatif yang berkelanjutan, yang memberdayakan peserta untuk secara aktif mengurutkan opsi, mengevaluasi usulan solusi keuangan, dan membagikan umpan balik langsung mengenai realitas operasional mereka.
Dialog ini dibuka secara resmi oleh Bapak Ramadian Bahtiar, Koordinator Regional Blue Planet Fund dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Wazir Naf’an dari KKP/DJPB (Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya). Rangkuman ahli selama dua hari tersebut disampaikan oleh Bapak Boyun Handoyo dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar dan Ibu Anytha Umbas dari KKP/DJPB.
Acara ini memaparkan dan memvalidasi temuan awal dari studi tentang lanskap pembiayaan akuakultur skala kecil dan menengah di Indonesia. Selain itu, lokakarya ini juga bertujuan untuk merumuskan 2-3 ide prototipe secara partisipatif yang dapat diimplementasikan dan diskalakan dengan efektif. Untuk tujuan khusus ini, lokakarya memanfaatkan pendekatan multi-tahap yang dinamis, menggabungkan sesi pleno, diskusi kelompok, desain bersama (co-design) secara partisipatif, serta sesi pleno validasi dan konsolidasi untuk memastikan keterlibatan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta.
Berdasarkan lokakarya tersebut, koperasi lokal diidentifikasi sebagai kunci utama. Dengan memberdayakan mereka sebagai perantara keuangan dan menggabungkan kekuatan dengan dana pembangunan, risiko investasi dapat diturunkan secara signifikan. Persyaratan agunan yang fleksibel dan disesuaikan untuk UMKM skala kecil, serta dukungan kelembagaan agar para pembudidaya dapat memenuhi standar keuangan, menjadi beberapa di antara solusi yang diusulkan. Terakhir, kemitraan multipihak dan investasi infrastruktur pemerintah juga akan memungkinkan pengurangan risiko (de-risking) pada ekosistem tersebut.
Sepanjang sesi berlangsung, terungkap jelas bahwa lembaga keuangan sering memandang sektor ini layaknya "Perjudian" karena persepsi risiko yang tinggi, sehingga banyak produsen terpaksa bergantung pada pembiayaan rantai nilai informal. Melalui diskusi kelompok, para peserta menekankan kebutuhan kritis untuk memperkuat lingkungan bisnis fundamental serta sistem dukungan operasional—seperti layanan teknis dan infrastruktur—sebelum sekadar memperluas akses kredit langsung.
Hasil Strategis
Penyampaian sesi yang interaktif ini berpuncak pada evaluasi terhadap beberapa prototipe produk pembiayaan. Berdasarkan konsensus dan pemungutan suara pemangku kepentingan, tim proyek kini telah memperoleh masukan yang penting dan tak ternilai untuk melangkah ke fase berikutnya, yaitu mengubah berbagai diskusi ini menjadi solusi pembiayaan praktis yang dapat mendukung pertumbuhan akuakultur yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
Video: https://drive.google.com/file/d/1flm3okVZDlA2yfhDrMVn-0Jc__VsiA7M/view?usp=share_link
Catatan: Lokakarya ini merupakan komponen utama dari Proyek COAST TA: Unlocking Financing for Small and Medium-Scale Aquaculture, yang diselenggarakan oleh Poseidon Aquatic Resource Management Ltd bekerja sama dengan Blue-Green Advisors Ltd dan QED-Research Consulting.